045. Tidak SEDEKAH

Posted on 27/02/2017

0


Gaul Komunitas Islam ep. 045. Salah satu bisikan setan, mengajak kikir; padahal Allah س berfirman dalam Al Quran, Dia tidak menyenangi orang kikir. Selain itu ditegaskan, “Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan dilehernya di hari kiamat”. Selain itu, dalam suatu Hadis, Rasulullah ص menuntunkan, kelak di Hari Kiamat, harta yang dikikirkan berubah menjadi ular bertaring, lalu mengunyah dirinya.

Seperti halnya dalam tausiah ba`da dhuha terdahulu, Banas mengajak para taklim untuk senang bersedekah; sedekah sebatas kemampuan, tidak berlebihan tetapi tidak boleh kikir. Seusai membuka tausiah pagi itu, ada taklim bertanya, “Pak Ustadz, bagaimana jika sesuatu harta tidak diambil sebagian guna disedekahkan?”

Merespon pertanyaan ini, Banas mengemukakan, “Marilah kita merenungi perjalanan hidup yang telah tertempuh; semula bayi, tak kuasa apa-apa; bagi yang beruntung, disekolahkan. Lalu bagi mereka yang beruntung, lepas sekolah, mendapat pekerjaan dan dari bekerja inilah, memiliki penghasilan. Bagi mereka yang kurang beruntungpun, tanpa menempuh sekolah, dapat meraih rejeki Nya, sekalipun jumlah lebih kecil. Dan setiap kaum muslim dipastikan, meyakini, semua penghasilan yang diraih adalah rejeki dari Allah س; dengan menelusuri kembali kisah kehidupan itu, marilah meneguhkan keyakinan, sesungguhnya setiap rejeki yang kita raih, adalah hak Allah س yang dititipkan kepada umat Nya. Bagaimana memperlakukan harta yang berhasil diraih, hendaknya memedomani firman Nya dalam QS Ali Imran (3):180,

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْراً لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ﴿١٨٠

Arti ayat ini, Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Melalui ayat ini, Allah س menegaskan, jangan sekali-kali memperlakukan harta secara bakhil atau kikir; resikonyapun sudah dicantumkan, seluruh datau sebagian harta yang dibakhilkan, nanti di Hari Kiamat, dikalungkan dilehernya. Maksud lafadz dikalungkan di leher, bukan seperti memakai kalung ketika di dunia; melainkan, harta itu menjadi beban yang selalu dibawa kemanapun perginya, semakin lama semakin memberati dirinya, menjadi terhuyung-huyung dan terjerembam; kemudian berulang kembali, dikalungkan hartanya dileher, terhuyung-huyung dan terjerembam; begitu selamanya”.

Lalu diteruskan, “Selanjutnya dapat diikuti tuntunan Rasulullah ص dalam HR Abu Hurairah ر; dikisahkan, Rasulullah ص bersabda, “Barangsiapa yang diberi harta oleh Allah, namun tidak mengeluarkan zakatnya, maka harta itu akan dijadikan seperti ular jantan botak (karena banyak racunnya dan sudah lama usianya). Dalam Hadis ini, disebutkan jika tidak dikeluarkan zakatnya; makna zakat adalah juga sedekah; selanjutnya, dalam Hadis ini terdapat tuntunan, Ular itu mempunyai dua taring yang mengalungi lehernya pada hari kiamat. Kemudian ular itu menyengatnya dengan kedua taringnya. Ia mencengkeram kedua rahangnya dengan berkata, ‘Saya adalah hartamu, saya adalah simpananmu.’ Kemudian beliau membaca ayat, sebagaimana tercantum dalam QS Ali Imran (3):180 yang dikutipkan tadi. Sedangkan dalam riwayat lain, dikemukakan, Rasulullah ص bersabda, “Harta simpanan seseorang dari kamu itu besok pada hari kiamat akan menjadi ular jantan yang botak, dan pemiliknya lari menjauhinya. Tetapi, ular itu mengejarnya sambil berkata, ‘Aku adalah harta simpananmu.’ Rasulullah ص bersabda,”’Demi Allah, ular itu terus mengejarnya. Sehingga, orang itu membentangkan tangannya, lalu ular itu mengunyahnya dengan mulutnya”. Lalu sabda beliau, “Apabila pemilik binatang ternak itu tidak memberikan haknya (zakat nya), niscaya ternak itu akan dikuasakan atasnya pada hari kiamat. Lalu, akan menginjak-injak wajahnya dengan telapak kakinya”. Kemudian, dapat dicermati HR Muslim dari Abu Hurairah عنهُما; dikisahkan, Rasulullah ص bersabda, “Setiap hari, di mana para hamba memasuki waktu pagi, pasti ada dua malaikat yang turun. Satu di antara keduanya berdoa, “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang bersedekah”; dan yang satu lagi berdoa, “Ya Allah, berikanlah kemusnahan (kerugian) kepada orang yang enggan bersedekah”

Lalu dikatakan, “Dengan mengambil makna yang tersirat dalam Hadis tadi, maka mobil yang tidak dibayarkan sedekahnya, kelak pemilik mobil dilindas oleh mobilnya sendiri; uang yang tidak disisihkan dan dikeluarkan sedekahnya, niscaya kelak menjadi tumpukan uang yang menggunung, lalu menindih badannya. Sekalipun ini adalah tamsil, tetapi bagaimanapun, setiap harta yang dibakhilkan, menjadi beban berat bagi pemiliknya dengan cara yang sudah ditetapkan Allah س“. Seusai berkata begitu, Banas mengakhiri tausiah, para taklim bergegas pulang, dengan pikiran dan semangat untuk menghitung kembali, harta mana yang belum dikeluarkan sedekahnya.

Advertisements
Posted in: Public Issues