034. Cara SEDEKAH

Posted on 27/03/2016

0


Gaul Komunitas Islam ep. 034. Dalam daftar penyumbang untuk pembangunan masjid, tertera disitu, dari Hamba Allah sekian ratus ribu. Ketika ditanyakan kepada pengumpul sumbangan, dijawab, penulisan nama seperti itu atas permintaan si penyumbang untuk merahasiakan namanya. Apakah cara seperti ini menjadi trend atau sekedar ikut-ikutan atau memang berlandas pada sunah. Merahasiakan nama, betulkah cara ini?

Ketika menunaikan Shalat Jumat di masjid kompleks, Mathari mengamati, para pemberi sedekah dalam Kotak Sedekah yang diedarkan oleh Takmir Masjid, menutup uang sedekahnya; ternyata hal seperti ini memang sering dilakukan para jamaah di berbagai masjid lainnya. Peristiwa ini menggelitik hati Mathari, lalu ditanyakan kepada Banas, ketika bertemu di kantor dengan berkata, “Ketika saya duduk disamping Bapak saat Shalat Jumat, saya lihat Bapak memasukkan uang sepuluhribuan ke Kotak Sedekah dengan terlebih dahulu menampakkan lembaran uang itu. Sementara dalam peristiwa lain, saya menemukan nama penyumbang pembangunan masjid ditulis dengan Hamba Allah. Secara sunah, bagaimana cara terbaik memberikan sumbangan atau sedekah?”

Atas pertanyaan ini, Banas membenarkan kebiasaannya menampakkan nilai uang sedekah sebelum memasukkannya dalam Kotak Sedekah; lalu dikatakan, “Aku selalu berbuat demikian, dengan harapan agar tetangga jamaah mengetahui jumlah uang yang kusedekahkan, sehingga termotivasi untuk bersedekah setidaknya sebesar sedekahku. Sedangkan bagi jamaah lain, memang sering kulihat, mereka menutup rapat dan bahkan melipat sekecil mungkin uang yang hendak disedekahkan. Dengan begitu, ada dua cara; pertama, bersedekah secara terang-terangan, dan kedua, bersedekah secara sembunyi-sembunyi. Untuk menelusuri mana yang lebih sempurna, mari mencermati makna QS Al Baqarah (2):271, terdapat firman Nya,

إِن تُبْدُواْ الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاء فَهُوَ خَيْرٌ لُّكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ﴿٢٧١

Arti ayat ini, Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Konsep yang dikedepankan dalam ayat ini, bahwa sedekah adalah sesuatu amalan yang baik; jika bersedekah secara terang-terangan, memiliki nilai baik sekali, sedangkan jika bersedekah secara tersembunyi, nilainya lebih baik. Ini bermakna, bersedekah secara sembunyi adalah lebih baik dari baik sekali”.

Setelah berhenti sejenak, diteruskan, “Kemudian marilah kita cermati firman Nya dalam QS Al Baqarah (2):274, terdapat ayat,

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرّاً وَعَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٢٧٤

Arti ayat ini, Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Berdasar ayat, cara sedekah yang terang-terangan atau tersembunyi mendapat pahala di sisi Tuhannya”; Mathari menyela, “Kenapa ada penyumbang yang menuliskan namanya dengan Hamba Allah?”.

“Hampir dapat dikatakan, menjadi trend menamakan dirinya dengan sebutan Hamba Allah”; begitu Banas menjelaskan; lalu dikatakan, “Dalam tayangan tv juga sering ditemukan, penyebutan Hamba Allah; mungkin saja si penyumbang tidak memahami hukum dasar sebagaimana difirmankan Allah س dalam Al Quran, yaitu bersedekah secara terang-terangan dan tersembunyi, semuanya mendapat pahala. Bagi pemberi sedekah secara tersembunyi, yaitu dengan cara melipat uang dan menutupi dengan tangannya atau menuliskan namanya dengan sebutan Hamba Allah, adalah untuk menghindarkan diri dari sifat ri’a atau pamer. Padahal, pahala atas sedekah itu sangat tergantung pada niatnya, baik yang diikrorkan atau yang tersembunyi di dalam nuraninya, karena sesungguhnya Dia Maha Mengetahui yang dhahir dan yang tersembunyi”.

Usai penjelasan itu, perbincangan diakhiri; ketika akan berpisah, Banas wanti-wanti, bersedekahlah secara terang-terangan agar orang lain termotivasi atau bersedekahlah secara sembunyi-sembunyi agar terhindar dari perasaan ri’a.

Advertisements
Posted in: Public Issues