031. SEDEKAH, Ringan n Mudah

Posted on 27/12/2015

0


Gaul Komunitas Islam ep. 031. Sedekah, adalah salah satu kewajiban, yang oleh para Jumhur Fuqaha digolongkan sebagai ibadah ammah. yaitu sedekah guna meningkatkan kesadaran khablu minannas (mencintai kepada sesama manusia). Dalam suatu Hadis, Nabi ص menuntunkan tentang sesuatu aktifitas ringan yang dapat disebut sebagai sedekah; ternyata sedekah itu ringan dan sangat mudah dilaksanakan. Marilah berlomba untuk bersedekah

Ketika kemarin Mathari berada dalam perjalanan pulang dengan motor besar pinjaman temannya, ternyata masih menemukan pengemis di perempatan jalan; iapun segera merogoh koceknya, memberi uang receh sebagai sedekah. Sesampai di rumah, ada panitia pembangunan pos ronda yang menunggu; setelah bertemu, keduanya menyodorkan proposal; tak urung Mathari merogoh lagi saku belakang celananya; lalu diberikannya sejumlah uang tang disimpan didompetnya. Keesokan harinya, pagi-pagi sebelum pergi ke kantor, sudah datang dua orang remaja, membawa Rencana Pembangunan Masjid dari kampung sebelah; kali ini Mathari menghitung ulang pendapatan dan pengeluaran. Keputusanpun diambil, diberikannya beberapa lembar ribuan, dengan permohonan maaf atas jumlahnya yang sedikit.

Hari Minggu ini, dihadirinya tausiah ba`da dhuha; dalam kesempatan ini, ditanyakan tentang bagaimana bersedekah, bila tak memiliki cukup uang. Dikatakannya, hal ini berdasar pengalamannya dalam dua hari terakhir ini; beberapa orang minta sedekah sementara ia harus menghitung dan menghitung kembali perolehan rejeki Nya, agar tidak tekor di akhir bulan.

Atas pertanyaan ini, Banas mengemukakan, “Apa yang dialami saudara kita ini, sesungguhnya dapat dialami banyak orang; seringkali orang menampik pengumpul sedekah, dengan mengatakan, tidak punya uang. Kebiasaan seperti ini harus dihilangkan; setiap orang, Insya Allah selalu punya uang dengan takaran yang berbeda; jika mengatakan tidak ada uang, padahal ada uang meski sedikit, bagaimana jika Allah س dengan cara Nya menghilangkan uang yang kita miliki? Mungkin dengan cara menjadikan kita sakit sehingga uang harus hilang karena untuk berobat; atau mungkin saja toko terdekat tidak menjual beras sehingga harus menempuh perjalanan jauh dan karenanya menambah biaya? Kita tidak menyadarinya, tetapi seperti itulah cara Dia menghilangkan uang kita”. Lalu diteruskan, “Allah س berfirman dalam QS Ath Thalaq (65):7,

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلَّا مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْراً ﴿٧

Arti ayat ini, Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rejekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. Dengan sangat gamblang, Allah س melalui ayat ini menegaskan, bernafkahlah sebatas kemampuan; makna nafkah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain, sehingga sedekah termasuk dalam kriteria nafkah. Dalam ayat ini juga ditegaskan, sedang sempit rejeki apalagi sedang lapang rejeki, ada kewajiban bersedekah”; dari taklim ada yang bertanya, adakah cara bersedekah yang tidak menggunakan uang.

Setelah merenung sejenak, diambilnya Kitab Al Hadis Al Bayan, lalu dikatakan, “Sesungguhnya Rasulullah ص telah memberikan tuntunan melalui HR Muslim dari Abu Hurairah عنهُما, ia berkisah, Rasulullah ص bersabda, ”Setiap ruas tulang manusia wajib bersedekah setiap hari, di mana matahari terbit”. Selanjutnya beliau bersabda, ”Berlaku adil antara dua orang adalah sedekah, membantu seseorang (yang kesulitan menaikkan barang) pada hewan tunggangannya, lalu ia membantu menaikkannya ke atas punggung hewan tunggangannya atau mengangkatkan barang-barangnya adalah sedekah”. Rasulullah ص juga bersabda, ”Perkataan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang diarahkan menuju shalat adalah sedekah dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah”; terdengar lirih para taklim berbicara satu sama lain.

Kemudian diteruskan, ”Berdasar tuntunan ini, sekali lagi ingin saya mengajak para taklim agar tidak menampik pengumpul sedekah dengan alasan tidak punya uang; mohon diingat, Allah س bisa mengabulkan ucapan untuk menjadikan kita tidak punya uang. Kalau memang tidak memiliki uang, katakan saja, sedekahnya dalam bentuk tenaga; membantu secara fisik. Karena dalam Hadis tadi sangat jelas dituntunkan, sekalipun menurunkan batu, bata, pasir dari truk, sudah merupakan sedekah; atau meningkirkan duri dari jalanan, adalah bentuk sedekah. Kalau ini dilakukan, sudah sesuai dengan firman Nya, bernafkah atau bersedekah sesuai dengan kemapuan. Sedangkan sedekah yang dipaksakan karena malu jika tidak bersedekah, malahan sia-sia dari meraih pahala Nya”. Seusai berkata begitu, Banas menutup tausiah; kini para taklim mendapat wawasan baru, bersedekah itu ringan dan mudah.

Advertisements
Posted in: Public Issues