024. AMAL SALEH

Posted on 27/05/2015

0


Gaul Komunitas Islam ep. 024. Berulangkali Allah س berfirman dalam Al Quran, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. Mereka tidak perlu khawatir atau bersedih hati ketika merengkuh hidup akhirat, bila berjalan di jalan yang diridhoi Nya.

Mathari masih terngiang setelah mendengar penjelasan Banas, mengenai makna salah satu ayat Al Quran yang kemarin disampaikan, dimana Allah س mengingatkan, amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. Kemudian ketika membaca Kitab Tafsir Al Quran, ditemukannya salah satu firman Nya dalam QS Al Baqarah (2):277, dilantunkannya lirih,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٢٧٧

Lalu dibaca maknanya, Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Direnunginya lafadz yang artinya tidak ada kekhawatiran dan tidak (pula) bersedih hati. Kenapa?; sampai pagi hari, tak ditemukan jawaban.

Setelah bertemu dengan Banas di kantor di esok harinya, dikemukakannya uneg-unegnya, kenapa dalam terdapat lafadz itu; selain itu juga ditanyakan, kenapa amal saleh tidak termasuk dalam Rukun Iman dan Rukun Islam, tetapi wajib dijalankan. Mendengar pertanyaan ini, Banas menatap tajam wajah Mathari; lalu dikatakannya, “Betul, dalam Rukun Iman dan Rukun Islam tidak disebut tentang amal saleh. Kata amal saleh, berasal dari Bahasa Al Quran yang diambil alih begitu saja; makna harfiahnya, perbuatan baik. Allah س mengkate-gorikan amal saleh sebagai pertanda keberimanan, seperti sudah kamu baca dalam Surah Al Baqarah itu. Dalam lafadz yang kamu tanyakan, tidak ada kekhawatiran, maknanya, setiap umat tidak khawatir semua amal salehnya mendapat balasan pahala; hal ini dapat merujuk pada QS Al Zalzalah (99):7-8, terdapat firman Nya,

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ ﴿٧﴾ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ ﴿٨

Artinya, (7) Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. (8) Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. Melalui ayat ini, Allah س menegaskan secara gamblang, walau seberat dzarrah, setiap amalan ada balasannya; amal saleh dibalas pahala dan amal kejahatan diberi siksa”; lalu dijelaskan maksud seberat dzarrah adalah seberat bijih bijih sawi atau lebih spesifik seberat atom, jadi amat sangat ringan sekali.

Lalu diteruskan, “Sedangkan makna lafadz tidak (pula) bersedih hati, dapat merujuk pada firman Nya dalam QS Az Zuhruf (43):68-70,

يَا عِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَا أَنتُمْ تَحْزَنُونَ ﴿٦٨﴾ الَّذِينَ آمَنُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا مُسْلِمِينَ ﴿٦٩﴾ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُونَ ﴿٧٠﴾

Arti ayat-ayat ini, (68) “Hai hamba-hamba Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (69) (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. (70) Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. Berdasar firman ini, maka yang dimaksud tidak bersedih hati, adalah umat yang mengerjakan amal saleh mendapat tempat di surga, suatu tempat yang menggembirakan. Setelah berhenti sejenak, lalu dikatakan, “Secara lebih gamblang lagi, marilah kita cermati firman Nya dalam QS Al `Ashr (103):1-3,

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣

Ayat ini menerangkan, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”; berhenti sejenak, lalu diteruskan, “Ayat-ayat ini menegaskan, setiap umat menjadi rugi, jika tidak beriman, tidak beramal saleh dan tidak saling menasehati. Dalam ayat ini terdapat penegasan beriman, maknanya menunaikan Rukun Iman dan Rukun Islam. Penjabaran amal saleh sangat luas, mencakup seluruh perkataan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengajak secara langsung atau tidak langsung menuju pada terwujudnya ketaatan kepada Allah س. Amal saleh yang baik menurut pandangan Allah س harus memenuhi dua syarat; pertama, dikerjakan secara ikhlas tanpa pamrih keduniawian melainkan harus mencari pamrih untuk mendapat ridho Allah س. Kedua, disertai dengan niat”. Lalu Banas membacakan HR Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusairy An Naisabury عنهم, yaitu Dari Amirul Mu’minin, Abu Hafsh atau Umar bin Khattab عنهما, dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah ص bersabda, “Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya; dan setiap orang akan mendapatkan pahala sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya)”.

Lalu dikemukakan, “Adalah sangat salah, jika saya beramal tanpa pamrih; yang benar, tanpa pamrih keduniawian tetapi harus berpamrih untuk mendapat ridha Allah س. Pamrih keduniawian yang dapat merusak amal saleh adalah ria atau pamer”. Setelah mendengar penjelasan ini, Mathari merasakan mendapat pengayaan pengetahuan dan wawasan Islam. Ketika keduanya berpisah, Banas berpesan, jangan sekali-kali mengatakan beramal saleh tanpa pamrih; semuanya harus disertai pamrih, yaitu pamrih untuk mendapat ridha Allah س.

Advertisements
Posted in: Public Issues