023. HARTA DAN ANAK

Posted on 27/04/2015

0


Gaul Komunitas Islam ep. 023. Firman Allah س dalam Kitab Al Quran, antara lain menegaskan, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. Harta harus dimanfaatkan di jalan Nya; anak harus diperteguh imannya untuk kesempurnaan hidup dunia akhirat.

Benar juga, ketika Mathari sampai di rumah, diambilnya catatan ayat-ayat yang disampaikan Banas; lalu dibukanya Kitab Tafsir Al Quran. Memang terbaca jelas, bagaimana Allah س memberiikan cobaan dan bagaimana cara menghadapinya. Akan tetapi, seringkali sangat mudah membaca makna ayat-ayat ini jika dibandingkan dengan menjalankannya. Masya Allah. Dibacanya kembali berulang-ulang makna yang tersirat pada ayat-ayat ini, sehingga hati kecilnya malahan bertanya-tanya sendiri, kenapa harta dan anak adalah cobaan. Pertanyaan dari hati kecilnya ini lalu ditanyakan kepada Banas di esok harinya, saat istirahat kantor. Lalu Banas mengajak mencermati kembali siratan makna dari ayat dalam QS Al Kahfi (10):46,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً ﴿٤٦

Seperti sudah kukemukakan kemarin, ayat ini menegaskan, Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. Melalui ayat ini, Allah س mengingatkan, harta dan anak adalah perhiasan; maknanya, kita harus pandai merawat harta dan anak agar keduanya menjadi perhiasan yang indah. Harta yang disedekahkan, anak yang dididik secara Islami, adalah sebaik-baik perhiasan duniawi; jika harta dan anak menjadi perhiasan indah di dunia, Insya Allah memperindah kehidupan ukhrawi. Allah س juga mengingatkan melalui ayat Nya dalam QS At Taghabun (64):15-16,

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ ﴿١٥﴾ فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْراً لِّأَنفُسِكُمْ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿١٦

Ayat ini menerangkan, Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah lah pahala yang besar. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”; berhenti sejenak, lalu dikatakan, “Setelah Allah س memberii pengingatan mengenai kebermaknaan harta dan anak, yaitu sebagai cobaan, lalu dinasehatkan agar bertakwalah kepada Allah dengan cara taat dan menafkahkan sebagian harta. Berdasar ayat ini, dalam menghadapi cobaan, selain sabar seperti makna ayat yang kemarin, harus bertakwa yaitu melaksanakan kewajiban yang diperintahkan; dalam ayat itu ditegaskan agar taat, antara lain menghindar dari sifat kikir atas harta yang diembannya”.

Lalu diteruskan, “Tuntunan Rasulullah ص mengenai peran orangtua dalam rumah tangga, dapat merujuk pada HR Abdullah bin Umar ر; dikisahkan, Rasulullah ص bersabda, “Setiap kamu adalah pemimpin dan dipertanyakan pada kamu tentang kepemimpinanmu. Mereka adalah Imam sebagai pemimpin (bagi jemaahnya), Suami sebagai pemimpin bagi keluarganya, Isteri sebagai pemimpin bagi rumah (tangga) suaminya, Pelayan adalah pemimpin bagi harta majikannya, Anak sebagai pemimpin bagi harta orangtuanya”. Bercermin dari makna yang tersirat dalam Hadis ini, Rasulullah ص telah memberi tuntunan, kita, sebagai orangtua harus mampu memenej rumah tangga yang didalamnya terdapat isteri, anak dan harta benda. Dengan demikian, kelak di kemudian hari, kita mampu bertanggung jawab atas isteri, anak dan semua harta”. Mathari mengangguk puas, lalu keduanya bergegas memanfaatkan waktu istirahatnya. Banas berpesan, bila bersedekah, tidak harus menggunakan bilangan besar; seribu juga bermakna dari pada harus menunggu sampai punya uang sepuluh ribu.

Advertisements
Posted in: Public Issues